7 Kondisi yang Mempengaruhi Ban Truk

7 Kondisi yang Mempengaruhi Ban Truk

7 Kondisi yang Mempengaruhi Ban Truk

Kondisi seperti apa yang bisa menyebabkan ban truk yang digunakan tidak aman, berikut pemaparannya.

1. Ukuran ban lebih kecil daripada yang seharusnya
Faktor pertama yang perlu diperhatikan pada penggunaan ban supaya lebih aman adalah memilih ban dengan ukuran yang tepat, karena ukuran ban yang terlalu kecil dapat menurunkan kemampuan daya angkut ban sehingga tidak dapat menopang beban yang semestinya. Kendaraan yang seharusnya menggunakan ban ukuran 10.00 R 20, tapi digunakan ban ukuran 9.00 R 20 (terlalu kecil) membuat kemungkinan ban meledak menjadi lebih besar. Ban yang meledak pasti sangat berbahaya bagi keselamatan kendaraan itu sendiri dan pengguna jalan lain. Oleh sebab itu, pabrik selalu mencantumkan load index dari ban tersebut ditiap dinding samping ban. Load index adalah kemampuan daya angkut sebuah ban. Makin besar ukuran ban, makin tinggi pula load index-nya.

2. Pemilihan pola ban yang tidak sesuai dengan kondisi medan
Hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah pemilihan pattern (pola telapak) ban yang sesuai dengan kondisi medan. Pola yang tidak sesuai dengan kondisi medan, membuat performa ban tidak maksimal. Di jalan tol (highway), pola yang digunakan adalah jenis RIB. Pola jenis RIB memiliki kemampuan daya cengkeram dan aerodinamika yang baik serta mampu untuk membuang genangan air (aquaplanning), tidak cepat panas, dan tidak berisik sehingga cocok dipakai di jalan yang halus dengan kondisi kendaraan berkecepatan tinggi. Sedangkan di medan yang berupa tanah berlumpur digunakan pola LUG. Jenis pola LUG ini memiliki pola yang kasar dengan kemampuan mencengkeram dan menancap dengan baik di tanah berlumpur. Tapi ban dengan jenis ini cepat panas dan berisik jika digunakan di jalan yang halus.

3. Tekanan angin yang tidak sesuai dengan kondisi beban
Hal yang sangat vital dalam operasional sebuah ban adalah tekanan angin. Tekanan angin yang kurang, menyebabkan BBM menjadi boros, ban cepat panas, kendaraan tidak stabil pada waktu berbelok, daya cengkeram ban tidak maksimal, ban rawan kembung/sobek samping. Semua ini membuat ban berpotensi meledak sangat tinggi. Selain berbahaya karena berpotensi meledak, tekanan angin yang kurang mengurangi jarak tempuh karena ban menjadi tidak awet (cepat habis). Sebaliknya, tekanan angin yang berlebihan menyebabkan keausan telapak ban menjadi tidak rata. Tekanan angin berlebih juga berbahaya karena ban berpotensi meledak.

4. Ukuran velg yang tidak sesuai
Ukuran velg yang terlalu sempit menyiksa dinding samping ban. Jika terjadi defleksi, dinding samping ban akan menerima tekanan yang berlebihan. Hal ini mengakibatkan kerusakan pada bead area dan dinding samping ban (sobek). Ukuran velg yang terlalu sempit selain mempercepat keausan telapak ban juga membuat keausan telapak ban tidak merata.
5. Kesalahan memilih tipe ban (tube type atau tubeless)
Ada dua jenis tipe ban, yaitu ban tube type (memakai ban dalam) dan ban tubeless (tanpa ban dalam). Ban tube type memiliki kemampuan untuk mengangkut beban berlebih (overload) dan lebih memiliki kemampuan untuk menahan benturan/jeblosan, dibanding dengan ban tubeless. Sedangkan ban tubeless tidak disarankan untuk mengangkut beban berlebih.

6. Pemilihan ban dalam yang tidak sesuai dengan ban luarnya
Keandalan suatu ban juga bergantung pada kemampuan ban dalamnya. Ban dalam sintetis sangat baik untuk menahan tekanan angin yang tinggi dan sangat tahan terhadap panas. Pada pemilihan ban dalam perlu diperhatikan adalah ketebalan, elastisitas, perembesan udara, dan ukuran pentil. Pada ban radial, sebaiknya ukuran ban dalam sesuai dengan ban luarnya (tidak lebih kecil). Dengan alasan penghematan, sering terjadi, satu ban dalam digunakan untuk dua kali penggantian ban luar. Padahal elastisitas, pori-pori pada permukaan ban dalam dan zat antioksidannya sudah tidak berfungsi.

7. Ketidakselarasan atau ketidakseimbangan sumbu as roda (wheel alignment).
Penyetelan toe in – toe out, caster & camber yang tidak presisi menyebabkan kendaraan sulit dikendalikan dan keausan telapak ban tidak merata. Deviasi setelan as roda (axle parallelism) yang melebihi batas toleransi juga menyebabkan ban lebih cepat panas dan cepat habis daripada semestinya karena ban berjalan seperti terseret ke samping.

Itulah tujuh kondisi yang mempengaruhi ban truk, penggunaan yang tidak sesuai atau pemeliharaan yang tidak sesuai dengan anjuran pabrik bisa menyebabkan kondisi yang tidak aman. Hal ini bisa saja membuat keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lain terancam.

Tags : vulkanisir jakarta vulkanisir semarang vulkanisir solo vulkanisir pasuruan vulkanisir malang vulkanisir tuban vulkanisir banjarmasin vulkanisir palu

Back to home

saenfry

A lawyer, CEO of Vulkanisir Banpoo, tech enthusiast
WhatsApp Whatsapp